Teks Naskah Khutbah Jum'at dengan Judul TAUHID

Teks khutbah jum'at dengan judul "TAUHID"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Baca Juga: Materi Teks Khutbah Jum'at Mensiasati Umur Pendek Namun Amal Jariyah Terus Mengalir

Khutbah Pertama:

bacaan khubah jum'at
bacaan khutbah jum'at



bacaan khubah jum'at

Jama'ah sholat jum'at yang di rahmati Allah S.W.T

Ajaran yang paling berarti, paling penting, paling prinsip dalam islam yaitu adalah ajaran "Tauhid". Meyakini bahwa yang berkuasa, yang maha sempurna, yang mengatur dunia, yang menentukan segala-galanya, selamat atau tidak selamat, kaya atau miskin, sehat atau sakit, semua yang menentukan hanya Allah S.W.T.

Dengan meyakini itu semua, maka selanjutnya konsekwensi dari itu semua maka kita menyembah hanya kepada Allah S.W.T, yakinnya hanya kepada Allah S.W.T, minta dan berharapnya hanya kepada Allah S.W.T, takutnya pun hanya kepada Allah S.W.T. Tidak kepada arwah-arwah yang bergentayangan, tidak kepada yang lain-lain. Dan itulah yang namanya Tauhid. Tersimpulkan dalam kalimat "la ilaha illallah" tidak ada tuhan selain Allah S.W.T.

Kaum muslimin rahimakumullah...

Supaya kita benar-benar ber Tauhid, maka:

Yang Pertama: 
lakukan apa yang sesuai dengan hukum dan syariat Allah S.W.T, jangan menentang syariat, jangan menentang hukum Allah, jangan menentang keputusan Allah, kita terima dengan penuh suka, kita teroma dengan ikhlas, kita terima dengan sepenuh hati. Perkara satu atau dua poin dari syariat islam yang belum bisa kita laksanakan maka jangan menolak syariat tapi akui bahwa kita salah, dan segera minta maaf dan pengampunan kepada Allah S.W.T

Sahabat Rosulullah S.A.W setiap kali diperintah, tidak ada jawaban lain kecuali "sami'na wa atho'na" kami mendengar dan kami taat. perkara ada poin-poin yang tidak bisa dilaksanakan sahabat segera mengucap "ghufranaka robbana wa ilaikal masir" aku meminta ampun ya Allah dan kepadaMu kami akan kembali.

Supaya benar-benar Tauhid, yakin bahwa yang berhak dilaksanakan, dipatuhi adalah hukum syariat Allah S.W.T. kalaupun manusia mempunyai kesepakatan aturan tentang budaya, tentang lalu lintas dan lain-lain yang belum diatur dalam Al-Qur'an dan Hadist, silahkan itu diatur dan disepakati tapi tidak boleh bertentangan dengan syariat hukum Allah S.W.T.

Kaum muslimin rahimakumullah...

Yang Kedua: 
kalau melakukan hukum syariat Alqur'an dan Sunnah, lakukan dengan niat semata-mata karena Allah S.W.T. Kadang kala orang dzhohirnya melakukan syariat, dzhorinya menegakkan hukum Allah, tapi ternyata di balik itu untuk kepentingan kelompok, ternyata untuk kepentingan partai, ternyata untuk kepentingan kampanye, untuk kepentingan pribadi, maka itu namanya bukan Tauhid, itu namanya tidak ikhlas, itu namanya memperalat syariat Allah untuk kepentingan pribadi, dan itu termasuk sirik, termasuk riya'.

Yang dalam Al-Qur'an, mereka yang rajin sholat sekalipun kalau ternyata riya' maka masih ternacam neraka Wail. yang dijelaskan dalam surah Al-Ma'un: "fa wailul lil mushallin", "alladziina hum 'an shalaatihim saahuun", "alladziina hum yuraa'uun". Neraka Wail bagi mereka yang sholat sekalipun namun mereka sering lalai dalam sholatnya "yuraa'uun" mereka memamer-mamerkan sholat, sholat dijadikan alat untuk mencari popularitas biar di puji orang lain, maka ini pun juga namanya bukan Tauhid, belum ikhlas semata-mata karena Allah S.W.T.

Kaum muslimin rahimakumullah...

Yang Ketiga: 
Kerjakan semuanya itu dengan kesadaran sepenuhnya bahwa ini bisa sukses bukan karena pintar saya, bukan karena hebat saya, bukan karena kekuatan saya, namun semata-mata hanya karena pertolongan dan kekuatan Allah S.W.T. 

Mereka yang berhasil melakukan kebaikan, dan merasa itu hebat karena dirinya sendiri, akhirnya mereka sering mengklaim, saya itu, kalau bukan karena saya, kalau bukan saya, kalau bukan saya. maka itu pun salah, karena semua itu kekuatan dari Allah, milik Allah. "lillaahimaa fissamaawaati wal ardhi" segala yang dilangit dan bumi semuanya milik Allah S.W.T, bukan milik kita "innaa lillaahi wa innaailaihi raaji'uun" bahkan diri dan nyawa kita ini pun milik Allah S.W.T dan pasti akan menghadap allah S.W.T

Jagan pernah klaim itu hebat kita, jangan pernah klaim itu keberhasilan kita, jangan pernah klaim itu pintar kita, kembalikan semua pada Allah, lakukan kebaikan dengan kesadaran sepenuhnya bahwa kebaikan itu terwujud karena Tauhid Allah, hidayah Allah, kekuatan Allah, pertolongan Allah S.W.T. "laa haula walaaquwwata illaa billaahil aliyil adziim".

Dan kalau kita sudah bisa melakukan syariat Allah, semata-mata karena Allah, dan tidak pernah mengkalim itu hebat diri kita, kita kembalikan semua berkat Allah, lalu setelah kita melakukan kebaikan yang kita ucapkan "Allhamdulillaah" yang hebat hanya Allah, semua ini kita dedikasikan untuk allah S.W.T, segala puji hanya milik Allah, yang berhak dipuji hanya Allah S.W.T. kalau sudah begitu maka kita sudah bisa melaksanakan ayat Allah "wamaa umiruu illaa liya'budullaha mukhlishina lahuddiin" tidaklah manusia di perintah kecuali beribada kepada Allah dengan ikhlas.

Yang dilakukan syariat Allah, niatnya karena Allah, dan mengandalkan pertolongan syariat serta kekuatan Allah S.W.T, bukan dirinya. Maka itulah yang sesungguhnya dinamakan Tauhid.

bacaan khubah jum'at


Khutbah Kedua:

bacaan khutbah jum'at

bacaan khutbah jum'at
bacaan khutbah jum'at

Naskah ditranskip dari khutbah KH. Marzuqi Mustamar

Baca Juga: Materi Teks khutbah jum'at Mencari Barokah/keberkahan Allah S.W.T

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel